Kadence theme kami pakai selama tiga tahun di salah satu proyek kami di luar Payor, dengan paket Pro dan Kadence Blocks Pro aktif. Hasil yang paling terasa: mendesain landing page jauh lebih cepat, dan skor kecepatannya 89 padahal belum kami optimasi sama sekali. Kendala terbesarnya justru bukan Kadence, melainkan WordPress-nya sendiri. Payor bisa membayarkan lisensinya dengan Rupiah, rating 5,0 (lebih dari 1.000 ulasan Google).
Kadence theme adalah tema WordPress ringan buatan tim yang kini bernaung di bawah Nexcess, dengan versi gratis di WordPress.org dan paket berbayar mulai US$99 per tahun. Kami memakainya selama tiga tahun bersama Kadence Blocks Pro, dan yang paling terasa adalah kecepatan menyusun halaman.
Yuk, kita bahas ini dari sisi yang jarang ditulis ulasan lain — bukan daftar fitur hasil menyalin halaman resmi, melainkan apa yang benar-benar terjadi setelah tema ini dipakai bertahun-tahun untuk situs yang menghasilkan uang. Dulu, ketika kami pertama memindahkan proyek itu, pilihan tema ringan sebenarnya sudah banyak dan kami pun sempat lama berpindah-pindah sebelum berhenti di satu tema.
Siapa yang Kini Memiliki Kadence Theme?
Ini bagian yang membuat banyak panduan lama jadi menyesatkan. Alamat kadencewp.com kini diarahkan ke halaman Kadence di situs Liquid Web, dan halaman resminya sendiri menyebut Kadence sebagai bagian dari Nexcess. Perubahan itu bahkan terbaca di dua tempat lain: di dasbor kami, kotak Liquid Web Software Manager menyatakan kunci lisensi lama kini hanya dipakai untuk mengelola lisensi warisan, sementara di WordPress.org nama penerbit temanya sudah berganti menjadi Nexcess.
Untuk Anda yang sudah memakainya sejak lama, artinya sederhana: temanya tetap berjalan, tetapi akun dan penagihannya berpindah rumah. Kami membeli lisensi ini sekitar tiga tahun lalu, jauh sebelum perpindahan itu, dan sampai sekarang pembaruannya tetap masuk.
| Hal | Keterangan (Juli 2026) |
| Penerbit di WordPress.org | Nexcess |
| Versi tema | 1.5.2, diperbarui 24 Juli 2026 |
| Pemasangan aktif tema | Lebih dari 500.000 situs |
| Plugin Kadence Blocks | Versi 3.7.8.1, lebih dari 600.000 pemasangan aktif |
| Penilaian Kadence Blocks | 4,8 dari 5 di WordPress.org |
| Syarat minimum | WordPress 6.3 dan PHP 7.4 untuk tema |

Angka pemasangan itu penting dibaca sebagai sinyal risiko, bukan sekadar pamer popularitas. Tema dengan setengah juta pengguna aktif tidak akan tiba-tiba ditinggalkan pengembangnya, dan itu pertimbangan yang jauh lebih menentukan daripada daftar fitur ketika Anda menaruh situs bisnis di atasnya.
Berapa Harga Kadence Theme dan Apa Beda Paketnya?
Bagian ini paling sering ditanyakan, jadi mari kita buka angkanya. Versi gratis tema Kadence sudah bisa dipakai membangun situs yang layak, dan paket berbayarnya dimulai dari US$99 per tahun — sekitar Rp1.782.000 dengan kurs Rp18.000 per dolar. Paket yang kami pakai adalah Pro, yang berarti sekitar Rp5.382.000 per tahun pada harga sekarang.
| Paket | Harga per tahun | Untuk siapa | Isi utama |
| Gratis | US$0 | Coba-coba dan situs sederhana | Tema Kadence dan Kadence Blocks versi gratis di WordPress.org |
| Essentials | US$99 | Pemilik satu situs | Blocks Pro, tema & templat premium, pembangun header dan footer, mega menu, 200+ templat awal |
| Pro | US$299 | Kreator dan studio kecil | Semua di Essentials, plus Shop Kit WooCommerce, keamanan dan 2FA, cadangan harian, keanggotaan |
| Elite | US$499 | Agensi | Semua di Pro, plus Kadence Central untuk banyak situs, uji A/B, portal klien white label, popup |

Sumber: halaman resmi Kadence di Liquid Web, diakses Juli 2026. Perlu dicatat, nama paketnya sudah berganti sejak era Liquid Web, sehingga panduan lama yang menyebut nama bundel berbeda belum tentu keliru — hanya sudah tidak dipakai lagi.
Kenapa Kami Pindah dari Astra dan GeneratePress?
Sebelum Kadence, proyek itu sempat berjalan di atas Astra dan GeneratePress. Kami ingin jujur di sini: keduanya tema yang bagus, ringan, dan sampai hari ini masih kami hormati — kepindahan kami bukan karena keduanya bermasalah, melainkan karena kebutuhan bisnis yang kami tangani ternyata lebih cocok dilayani Kadence, yang kebetulan menyediakan lebih banyak fitur yang memang kami butuhkan tanpa harus menambah plugin baru satu per satu.
Pelajaran yang kami ambil sederhana. Memilih tema bukan soal mencari yang “terbaik” secara mutlak, tetapi mencocokkan daftar kebutuhan Anda dengan apa yang sudah tersedia di dalam kotak.

Apa Hasil Nyata Setelah Tiga Tahun Memakai Kadence Theme?

Manfaat terbesarnya bukan sesuatu yang muncul di tabel perbandingan: kami jadi jauh lebih cepat mendesain landing page. Halaman yang dulu memakan waktu berjam-jam karena harus menyusun blok dari nol kini bisa dirakit dari templat dan blok bawaan, lalu tinggal disesuaikan warnanya.
Soal kecepatan, angka yang kami dapat adalah skor 89 — dan itu tanpa optimasi tambahan sama sekali. Tidak ada plugin caching yang disetel serius, tidak ada pemangkasan CSS, tidak ada pekerjaan performa khusus. Sebagai pembanding kasar, banyak situs WordPress bertema berat memerlukan serangkaian penyetelan hanya untuk menembus angka 70-an, jadi memulai dari 89 tanpa usaha berarti sisa pekerjaannya jauh lebih ringan.

- Kecepatan mendesain: landing page selesai jauh lebih cepat berkat templat dan blok bawaan.
- Skor kecepatan 89 tanpa optimasi tambahan.
- Lebih sedikit plugin: banyak kebutuhan sudah tersedia di dalam tema dan Blocks Pro.
- Pembaruan tetap jalan: versi Blocks di dasbor kami sama dengan rilis terbaru di WordPress.org.
Apa Kendala Terbesar Memakai Kadence Theme?
Di sinilah ulasan ini berbeda dari kebanyakan tulisan lain, dan kami memilih menuliskannya apa adanya meskipun kurang enak didengar: kendala terbesar kami bukanlah Kadence, melainkan WordPress itu sendiri. Beban bawaan sebuah sistem manajemen konten — basis data, lapisan plugin, pembaruan yang datang terus-menerus, dan permukaan keamanan yang harus dijaga — tetap ada betapapun ringannya tema yang Anda pasang di atasnya.
Karena itu, rencana kami berikutnya adalah memindahkan proyek tersebut ke HTML statis. Ini bukan vonis terhadap Kadence. Sebuah tema hanya bisa mengoptimalkan apa yang bisa dijangkaunya, dan sisanya milik platform.
Kalau Anda penasaran seperti apa hasilnya bekerja tanpa WordPress, kami sudah menempuh jalan itu di rumah sendiri: halaman kalkulator rate PayPal Payor dibangun sebagai HTML statis, bukan halaman WordPress. Prosesnya kami ceritakan lengkap di artikel apa itu vibe coding, termasuk bagian yang gagal lebih dulu sebelum jalan.
Bagaimana Cara Membeli Kadence Theme dari Indonesia?
Pembelian dan perpanjangannya kini diproses lewat Liquid Web dan menagih dalam dolar, sehingga Anda memerlukan kartu yang aktif untuk transaksi internasional. Langkah teknis pembeliannya sudah kami uraikan terpisah di panduan cara membeli template WordPress di Kadence WP.
Kalau kartu Anda ditolak — masalah yang sangat lazim pada kartu terbitan bank lokal untuk transaksi lintas negara — jasa pembayaran Payor bisa menyelesaikan pembayarannya dan Anda cukup membayar dalam Rupiah. Lisensinya tetap terdaftar atas akun Anda sendiri, dan kami tidak pernah meminta kata sandi akun Anda.
Apakah Kadence theme gratis?
Tema Kadence tersedia gratis di WordPress.org dan sudah cukup untuk membangun situs yang layak, dengan lebih dari 500.000 pemasangan aktif per Juli 2026. Fitur seperti pembangun header dan footer, mega menu, serta templat premium berada di paket berbayar mulai US$99 per tahun.
Berapa harga Kadence per tahun?
Per Juli 2026, paket Essentials dibanderol US$99 per tahun, Pro US$299, dan Elite US$499. Essentials mencakup tema dan Blocks Pro, Pro menambahkan keamanan, cadangan, Shop Kit WooCommerce, dan keanggotaan, sedangkan Elite menambahkan pengelolaan banyak situs lewat Kadence Central.
Kadence sekarang milik siapa?
Kadence kini bernaung di bawah Nexcess, bagian dari Liquid Web. Alamat kadencewp.com diarahkan ke halaman Kadence di situs Liquid Web, dan nama penerbit tema di WordPress.org juga sudah tercatat sebagai Nexcess.
Kadence lebih baik dari Astra atau GeneratePress?
Ketiganya tema ringan yang bagus, jadi pertanyaannya bukan mana yang terbaik melainkan mana yang paling cocok. Kami sendiri pindah dari Astra dan GeneratePress ke Kadence karena fitur bawaannya lebih pas dengan kebutuhan bisnis yang kami tangani, sehingga kami tidak perlu menambah banyak plugin.
Bagaimana cara membeli lisensi Kadence tanpa kartu kredit internasional?
Gunakan jasa pembayaran Payor: tentukan paket yang Anda butuhkan, hubungi tim Payor lewat WhatsApp, lalu bayar dengan Rupiah. Lisensi tetap terdaftar atas akun Anda sendiri.
Kesimpulan
Setelah tiga tahun, penilaian kami terhadap Kadence theme tetap positif: ia menepati janji utamanya sebagai tema ringan yang mempercepat pekerjaan mendesain, dan skor 89 tanpa optimasi adalah titik awal yang sulit dikeluhkan. Yang berubah justru pertanyaan kami sendiri — bukan lagi “tema mana yang paling ringan”, melainkan “apakah kita masih membutuhkan WordPress untuk halaman ini”. Dunia web berkembang begitu cepat, dan selalu ada cara baru yang ingin kita coba; yang penting, urusan pembayaran lisensi tak lagi menghalangi Anda mencobanya. Untuk itu, jasa pembayaran Payor siap membantu.
Baca juga: cara membeli tema Flatsome dan review plugin Rank Math.















0 Comments